21 October 2012

Kisah Nyata : Setujukah Anda Dengan Poligami ??

Share on :


Setujukah Anda Dengan Poligami ??

Setiap wanita pasti akan menjawab “Tidak” berbanding terbalik dengan kaum adam yang pasti hampir semuanya akan mengiyakan, meskipun dibeberapa film ada yang mengisahkan lelaki yang enggan untuk berpoligami ketika sudah mengantongi sertifikat izin dari istrinya. Namun kehidupan ini bukanlah drama kawan, pada kenyataannya mungkin ada sebagian kecil saja lelaki seperti itu, namun saya yakin sebagian besarnya akan dengan senang hati untuk berpoligami.

“Kenapa sih harus ada poligami??”

Mungkin para kaum wanita akan berkata demikian, karena saya yakin mereka akan merasa sangat dirugikan dengan adanya poligami, kecuali mereka yang benar – benar ikhlas dan semata – mata mengharafkan keridhaan disisi Allah SWT. 

Kali ini saya akan mengangkat realita kecil dari kehidupan nyata tentang poligami yang benar – benar membuat dada saya sesak. Kisah nyata ini benar – benar ada dan mungkin saja terjadi di sekeliling anda semua.

Maha besar allah dengan segala kekuasaannya yang telah menciptakan segala sesuatu di dunia ini dengan tujuan dan manfaatnya masing – masing, tanpa ada satu hal kecilpun yang tidak memiliki arti. Begitu pula dengan hal yang dianggap tabu yaitu poligami. Kenapa dulu Nabi Muhammad SAW berpoligami, karena ingin memiliki sebanyak – banyaknya penerus agama Allah yang nantinya akan melanjutkan syiar islam. Namun itu adalah nabi, sangat mustahil bagi kita manusia biasa untuk menyamai sikap dan kepribadian rasulullah, bahkan hanya untuk mendekatinya saja akan terdengar sangat sulit. Menjadi pemimpin untuk satu orang istri saja pertanggung jawaban di akhiratnya akan sangat terasa berat, apalagi dua.


Mawar *disamarkan* juga tidak pernah rela apabila cinta suaminya harus dibagi dengan wanita lain, namun takdir berkata lain. Mau tidak mau dia harus rela suaminya berpoligami, mengingat kekurangan dalam dirinya yang tidak bisa memberikan keturunan. Pada awalnya suaminya enggan untuk berpoligami namun lama kelamaan dengan pemikiran yang matang akhirnya memutuskan untuk menikah lagi. Mawar sakit – sakitan, selain tidak bisa memberikan keturunan dia juga mengidap penyakit kangker rahim dan tidak bisa melaksakan kewajibannya sebagai istri dengan baik. Namun dia tetaplah wanita, rasa sakit dan penderitaan yang harus ditahannya ketika melihat suaminya tercinta bersama dengan wanita lain tidak tertahankan. Kadang ketegarannya selalu berubah menjadi tangisan dan perkataan yang tidak wajar,

“Rasanya akan lebih baik jika saya meninggal, saya sudah tidak bisa menjadi istri dan sekarang suami saya sudah menikah lagi. Lalu apa gunanya saya hidup….”

Teriris hati saya ketika mendengar cerita hidupnya yang menyayat – nyayat. 

Dibalik itu poligami adalah jalan terbaik yang harus ditempuh oleh keluarga mereka, namun disisi lain hati perempuan tidak bisa membohongi dirinya sendiri dengan segala rasa sakit yang harus ditelan.

Maha besar Allah dan hanya dialah yang Maha tahu di dunia ini. Kita hanyalah setitik raga penuh dosa yang tidak tahu apa – apa dan hanya mencoba menjalani hidup dengan sebaik – baiknya.

Mungkin poligami itu baik, namun sebaik – baiknya poligami adalah seburuk – buruknya nasib untuk perempuan.

Mohon maaf apabila ada kesalahan dan kekeliruan atas apa yang saya tulis, semata – mata itu adalah kebodohan saya.

Jadi bagaimana menurut anda tentang poligami ???

Salam Poligami GeTiga !!
Judul: Kisah Nyata : Setujukah Anda Dengan Poligami ??
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Dede Yusuf Iskandar
Posted by: GaraGaraGuru GaraGaraGuru, Updated at: 1:54 PM

6 comments:

  1. amit amit deh kalo sampe di poligami. mending berpusah aja dari pada menyatu kalo untuk di madu kasih sayang nya di bagi dua dong .. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hidup mba dea....!! jangan mau di madu ya mba... hehehehee

      Delete
  2. saya juga belum tentu mampu bersika adil bisa beristri lebih dari satu. jadi lebih baik satu saja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. satu juga gak akan habis mas goik... hehehehee...

      baru mau satu atau sudah satu nih mas!!

      Delete