12 November 2012

Fakta : "MURIDKU" Pahlawan Di Ujung Tanduk

Share on :
Terpujilah Wahai Engkau Ibu Bapak Guru
Namamu Akan Selalu Hidup ....
Dalam Sanubariku.
Semua Baktimu akan ku ukir didalam hatiku
Sebagai Prasasti Terimakasihku Tuk Pengabdianmu
Engkau Bagai Pelita Dalam Kegelapan
Engkau Laksana Embun Penyejuk dalam Kehausan
Engkau Patriot Pahlawan Bangsa....
Tanpa Tanda Jasa...!!

Suasana Kelas SDN 2 Pasir Datar Indah
Begitulah kira - kira isi dari lagu Hymne Guru yang menyatakan betapa besarnya jasa - jasa SAYA untuk Negara ini.
Namun sudah tepatkah saya untuk mendapatkan pujian dan sanjungan yang sebegitu mulianya dari para anak didik saya.................. *tertegun*
Saya rasa semua itu terlalu berat.......
Tak mudah menjadi Sosok guru yang SESUNGGUHNYA tersirat dalam lirik Hymne Guru di atas....
Bukan sekedar menjadi sarjana pendidikan yang memiliki gelar S.Pd. ataupun mengenakan seragam dinas gading yang setiap harinya berada di gedung Sekolah Negeri dan mendapat panggilan PAK GURU oleh beratus - ratus generasi bangsa.
Ternyata Sosok Guru yang sesungguhnya amatlah sangat berat dan sulit untuk digambarkan.

Hari Pramuka 2012

Saya adalah seorang guru bagi 102 siswa sekolah dasar yang berada di perbatasan hutan Gunung Gede Pangrango. Bersama dengan 4 orang rekan guru lainnya, setiap hari kami mengasah dan mengasuh potensi - potensi besar yang terselip diantara tumpukan sayuran dipelosok kabupaten Sukabumi.
Tidak banyak yang kami harafkan dari berdirinya sekolah Negeri diwilayah ini, melainkan ingin menurunkan angka Anak Usia Sekolah yang Putus Sekolah serta menjadikan Sumber Daya Manusia di wilayah ini menjadi lebih maju. Bermodalkan keinginan yang kuat, dibawah pimpinan Bp. Hendi Supriatna, S.Pd kami berlima bertekad untuk terus memajukan Nama SDN 2 Pasir Datar Indah yang baru seumur jagung ini dengan berbagai macam kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki sampai nanti terwujud, apa yang kami dan seluruh masyarakat diwilayah ini impikan.
SDN 2 Pasir Datar Indah yang belum genap berusia 2 tahun ini hanya baru memiliki 4 Rombel dan belum memiliki Gedung Sendiri. Setiap harinya kami melakukan Proses Kegiatan Belajar Mengajar dengan menumpang di gedung sebuah Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah yang sangat sempit hasil dari swadaya penduduk sekitar. Anak - anakpun harus berdesak - desakan untuk menerima ilmu yang kami berikan serta rela berbecek - becekan apabila hujan turun karena atap yang bocor.


Lalu sebenarnya apa yang kami lihat dari SDN 2 Pasir Datar Indah ini??? Apa yang menguntungkan atau kami dapatkan dari Sekolah ini???? sehingga kami berkenan menghabiskan hari - hari kami disini!!
Padahal Kepala Sekolah kami sendiripun telah menerima banyak tawaran untuk pindah tugas kesekolah lain yang jauh sangat lebih layak dari sekolah kami saat ini. Namun beliau dengan lantang menjawab "Terima Kasih... Tidak!!!".
Atau apa yang Saya harafkan beserta dengan Rekan - rekan yang belum pegawai Negeri dari sekolah ini dengan hanya mendapatkan gaji Rp. 150.000,- per bulan tanpa uang makan dan transportasi sementara tawaran mengajar di tempat lain terbuka lebar dengan gaji yang jauh lebih besar dari gaji kami saat ini.

Kami tak tega meninggalkan ke 102 anak didik kami saat ini !!..

Kami baru tersadar kalau ternyata mereka yang tinggal dipelosok daerah ini sangat haus akan ilmu serta Sangat ingin menikmati terangnya Masa depan.
Kami tertegun ketika mengetahui, banyak anak didik kami yang harus berangkat sekolah  jam 4 Subuh agar tiba di sekolah pukul 7 Pagi. Betapa jauhnya perjalanan yang mereka tempuh untuk mendapatkan setetes ilmu dari kami. Mereka tak kenal lelah, tak pernah pegal meskipun setiap hari berjalan kaki melewati hutan belantara yang sangat berbahaya.
Setiap hari mereka memasukan sepatu kedalam kantong kresek agar tidak kotor, dan bahkan sebagian dari mereka bertelanjangan kaki hanya agar sepatu tetap bersih dan tidak mengotori lantai sekolah karena perjalanan yang mereka tempuh adalah tanah kotor serta sungai dan perkebunan.  Mereka tinggal didalam hutan bersama dengan orang tua mereka yang membuka lahan baru dengan menebang hutan *tentu saja setelah mengantongi izin dari dinas kehutanan setempat* atau dikenal dengan istilah tanah HGU (Hak Guna Usaha) yakni tanah milik pemerintah yang diberdayakan oleh masyarakat. Dan akhirnya mau tidak mau mereka harus ikut bersama dengan orang tua mereka tinggal didalam hutan yang sangat jauh dari peradaban.


Pemandangan di Sekitar Sekolah
 
Salah Satu Rumah Warga Pasir Datar Indah

Sebelum ada SDN 2 Pasir Datar Indah ini, Kebanyakan dari mereka semua tidak bersekolah dan ikut membantu kedua orang tua mereka bekerja dikebun. Namun sekarang, secercah harafan mulai terlihat dimana mereka semua mulai giat belajar mencari ilmu dan tidak lagi tenggelam dalam gelapnya kebodohan.
Saya terharu ketika kami dengan gotong royong memotong bambu untuk kemudian digunakan sebagai tiang bendera dihalaman depan sekolah yang sempit, serta ketika mendengar suara fals anak - anak menyanyikan indonesia raya setiap hari senin dengan penuh semangat dan suka cita.

Suasana Upacara SDN 2 Pasir Datar Indah


Meskipun Tiang Bendera dari Bambu, Anak - Anak Tetap Semangat Melaksanakan Upacara Bendera


Paduan Suara SDN 2 Pasir Datar Indah



Mereka juga adalah generasi penerus bangsa ini yang ingin mencicipi manisnya pendidikan layaknya anak - anak yang berada diperkotaan. Mereka juga memiliki mimpi yang sama besarnya dengan anak - anak diperkotaan, memiliki harafan yang sama terangnya dengan anak - anak diperkotaan.

Dan hal itulah yang menjadikan kami semua tetap bertahan berada di SDN 2 Pasir Datar Indah ini tanpa kenal lelah.

Seharusnya dari sekarang kami membuat sebuah lagu baru sebagai pengganti dari HYMNE GURU, Yakni HYMNE MURID. Karena Sesungguhnya, 

Kalianlah Pelita dalam Kegelapan yang harus kami jaga.
Kalianlah Embun penyejuk dalam kehausan bangsa yang harus kami simpan.
Kalianlah Calon Patriot Pahlawan bangsa yang harus kami selamatkan.

Mungkin sekolah kami adalah sedikit gambaran dari sekian ribu sekolah serupa yang berada di negara kita. Sekolah yang menjadi jembatan bagi anak - anak yang berada di tempat terpencil dan jauh dari kemudahan pendidikan namun tetap berusaha beroperasi dengan berbagai macam keterbatasan dan kesulitan. 
Mudah - mudahan kami sebagai pengajar tidak mudah patah semangat dan menyerah serta diberikan berbagai macam kemudahan dimasa yang akan datang.

Dan semoga mereka semua kelak menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa.

Amin.

Judul: Fakta : "MURIDKU" Pahlawan Di Ujung Tanduk
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Dede Yusuf Iskandar
Posted by: GaraGaraGuru GaraGaraGuru, Updated at: 7:32 PM

3 comments: