02 December 2012

Longsor di Kecamatan Caringin

Share on :
Hujan deras yang mengguyur kawasan kabupaten dan kota sukabumi pada tanggal 30 November 2012 kemarin telah mengakibatkan beberapa titik diruas jalan perbatasan Kecamatan Kadudampit menuju Kecamatan Caringin Tertimbun longsor. Akses transportasi jalan utama menuju Desa Pasir Datar Indah pun otomatis terbendung, sehingga mengakibatkan lapangan didepan kantor Balai Desa Pasir Datar Indah beralih pungsi menjadi tempat parkir kendaraan bermotor khususnya roda empat yang tidak dapat meneruskan perjalanan. Untuk sementara waktu mereka semua harus dengan sabar menunggu proses evakuasi tumpukan longsor yang berjalan alot dengan hanya mengandalkan uluran tangan dari masyakat sekitar berbekal alat tradisional seadanya tanpa ada bantuan mesin pengeruk.
Hal ini berdampak buruk pada produktivitas masyarakat di Desa kami, dimana Mobilitas masyarakat menjadi terhambat dan harus dengan suka rela kotor - kotoran berjalan kaki dalam kondisi tanah yang becek dan licin, tidak terkecuali sayah pribadi *elus dada* *dadanya depe* *kemplang*.
Sabtu pagi yang cerah itu saya mendapatkan kabar dari tetangga sebelah bahwa dibeberapa titik sepanjang jalur menuju sekolah telah terjadi longsor yang amat sangat dahsyat. Dengan berbekal insting indra ketujuh saya yang sangat kuat, saya tetap memutuskan untuk berangkat ke sekolah dengan tidak mengenakan seragam kebangsaan. Mengenakan Seragam olahraga dan sepatu sport warna merah, pagi itu saya siap menembus rintangan yang membentang didepan mata demi menuju kesekolah tercinta *gaya pahlawan bertopeng*.
Jam 06:45 WIB saya berangkat dari rumah dengan menunggangi kuda bermesin saya tanpa ada perasaan gentar sedikitpun. Belum sampai satu kilo saya melesat dari rumah, perjalanan saya harus terhenti oleh timbunan longsor yang membendung jalan.



"Pak guru.... Tidak bisa lewat... !! Kalau mau motornya kami gotong saja !!" *dubbing from Bahasa Sunda*
Bapak - bapak yang sekujur badannya kotor dipenuhi tanah itu tiba - tiba mengajak saya berjabat tangan dan menawarkan bantuan.
Malu bercampur Haru, Sayapun turun dari motor dan merelakan kuda saya diangkat oleh 7 orang Bapak - bapak berbadan kekar melewati tumpukan tanah yang tengah dibongkar secara kerja bakti. Sayang gak sempat difoto.. Soalnya malu sama bapak kepala desa yang waktu itu tengah ikut bergotong royong memotong bongkahan akar besar yang terbawa longsoran tanah.

Setelah berhasil melewati longsoran yang pertama, kondisi motor dan kostum saya telah berubah menjadi tidak sekeren dari rumah, penuh dengan tanah merah dan basah. Jam sudah menunjukkan pukul 07:30 tapi saya masih belum setengah jalan menuju sekolah... hmmm.... *tetap semangat*. 

Kurang lebih 1 Km dari longsoran yang pertama, saya kembali dihadapkan pada longsoran berikutnya yang terjadi di sebuah tanjakan berbatu yang lumayan curam. Longsoran kedua ini tidak menutupi seluruh badan jalan, dan cenderung jauh lebih sedikit. Namun longsoran tanahnya menutupi selokan sehingga mengakibatkan airnya meluber keseluruh badan jalan dan mengakibatkan jalan yang terdiri dari batu - batuan besar dan tanah merah itu menjadi licin dan sulit untuk dilewati. *singsingkan lengan baju*
Saya mengambil nafas panjang dan sudah berfikiran negatif dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, mengingat kondisi Ban belakang motor saya yang lumayan sudah agak gundul.
Melihat bapak - bapak yang tengah membetulkan selokan melambaikan tangan sebagai isyarat untuk saya maju. Sayapun mulai menggelindingkan dua roda motor saya dengan diawali kata Bismillahirrahmanirrahim *tegang*.
Ban motor belakang saya terus melenggak lenggok ke kanan dan kiri karena medan yang saya tempuh sangat sangat licin sekali. Ditambah air yang mengalir begitu derasnya dari arah yang berlawanan membuat saya serasa tengah OFFROAD. 
Yah... Motorpun selip ditengah sebuah kubangan tanah yang tergenang air.

"Pak... Sini saya yang bawa !!"
Bapak - bapak bertubuh gemuk itu mengambil alih motor saya dan saya bergegas turun nyemplung keatas tanah yang becek dan licin. 
"Ooops"
Dengan susah payah si bapak berusaha melewati medan yang sangat menantang itu dengan bantuan saya dibelakang sebagai tenaga pendorong. 
Yea... akhirnya setelah lama bersusah payah motor sayapun bisa melewati tanjakan maut ini.
Sembari terengah - engah, tak henti - hentinya saya berterima kasih dan melemparkan uang Lima rebu ke dalam kardus yang tergeletak dipinggir longsoran tanah sebagai ucapan terima kasih. *pelit banget siii kamu dee*


Tak Jauh dari longsoran yang kedua, saya harus menahan nafas lagi melihat tanah becek bekas longsoran yang sudah dirapihkan. Tapi tetap saja ini adalah tanah merah yang becek dan licin untuk saya lalui *berlinang air mata*.
Dan seperti biasanya, motor saya selip lagi....... !!
Kali ini tidak akan ada yang membantu, karena saya tidak melihat adanya tanda - tanda kehidupan disekeliling saya.
Busyet dah.. motor saya terjebak ditengah - tengah tanah yang ternyata dalam sekali, tidak bisa maju juga mundur.
Lama saya berusaha keras untuk maju, namun sia - sia karena ban motor saya yang memang tidak mendukung untuk medan seperti ini. Setidaknya saya butuh satu orang manusia dewasa untuk duduk dibelakang saya agar memberikan beban tambahan agar ban belakang saya tidak selip lagi.
 

Eng ing eng.... akhirnya ada tukang bubur ayam yang lewat. Tanpa ragu - ragu lagi saya langsung memanggilnya dan memintanya untuk nemplok di belakang saya. hahahahahaa.... *tak tahu malu*
Dan akhirnya...... Alhamdulillah bisa juga lewat.. ixixixixixiiii...
Langsung deh saya bayar si amang - amang yang telah ngebantuin saya seharga satu porsi bubur ayam. *Makasih ya mang* ...
 

Saya lihat jam sudah menunjukkan pukul 08 :15. Haduh gaswat.... padahal perjalanan masih sangat jauh.
Tanpa basa - basi saya membetot gas motor saya dengan lumayan sangat kencang meskipun jalannya tidak rata dan berkelok - kelok.
Dan lagi - lagi saya melihat longsoran yang menimpa badan jalan. Tapi kali ini saya tidak usah bersusah payah meminta bantuan orang lain, karena kebetulan jalan kali ini sudah di aspal dan tidak becek becek licin. lanjutttttttttttttttttttttt.......
 

Jam 08 : 30 akhirnya saya tiba di sekolah, dan inilah dia penampakan dari sepatu yang sayah kenakan pemirsah.... *terharu*


Ketika melihat saya datang, Seketika anak - anak langsung berhamburan keluar kelas dan berebut untuk bersalaman.
Terbayar sudah rasa cape dan lelah sepanjang jalan pagi ini. *tersenyum lebar seperti joker*

Aduh..... Mata ini langsung terbelalak ketika menginjakkan kaki didalam kelas saya. Atap yang bocor mengakibatkan Genangan lumpur disana sini, sehingga anak - anak berinisiatif untuk menumpuk sebagian bangku agar tidak terkena air yang meluber.





Namun meskipun demikian, mereka tetap bersemangat untuk belajar tanpa ada perasaan tidak nyaman ataupun risih.
Memang gedung sekolah yang kami tumpangi ini sudah lumayan tua, sehingga apabila hujan besar mengguyur, maka akan seperti inilah wujud ruang belajar mengajar kami.

Ketika waktu istirahat tiba, Sayapun berinisiatif untuk membersihkan seluruh ruangan kelas yang kotor bersama dengan rekan - rekan guru yang lain. Dan anak - anakpun dengan senang hati mengepel lantai sembari mandi di sungai kecil yang berada tepat didepan sekolah kami.



Sepertinya, Segala rintangan kecil yang terjadi pagi hari ini tidak ada apa - apanya apabila dibandingkan dengan semangat anak - anak didik saya untuk belajar dan menggapai impian mereka. Semoga saja Semangat mereka semua menjadi motivasi bagi saya untuk lebih ikhlas memberikan setetes ilmu yang saya miliki untuk masa depan mereka. Amin
Judul: Longsor di Kecamatan Caringin
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Dede Yusuf Iskandar
Posted by: GaraGaraGuru GaraGaraGuru, Updated at: 6:43 PM

10 comments:

  1. mantap pesannya dan salut dengan perjuangan pak Guru.

    ReplyDelete
  2. nice info :-)

    turut prihatin dgn kejadian itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh ada kontraktor yang berkunjung...

      Mudah2an ada berita baik menyusul... haha

      Delete
  3. Terharu mas...Memang Pahlawan Pake Tanda Jasa..#eh salah dink...

    ReplyDelete
    Replies
    1. jiahhhhhhhhhhhhhhhh........

      jangan nangis mas... cupcupcup hihi

      Delete
  4. wow, jadi kepingin offroadan pakek sepeda gunungku..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dijamin mas ndop langsung sexih dan eksaitid.. hihihihihiii.....

      Delete