17 November 2012

Fakta : Anak Yang Jadi Korban

Share on :

Sudah beberapa hari ini si Hasan tidak masuk sekolah tanpa ada keterangan yang jelas.
Bocah yang biasanya rajin dan tidak pernah bolos itu tiba - tiba mendadak hilang dengan kabar berita yang sedikit menyakitkan telinga.

"Pak ... !! Si Hasan Mah ibunya gila !!!"
Beberapa anak dengan polosnya melontarkan kata - kata demikian ketika saya bertanya kenapa Hasan tidak masuk sekolah tanpa ada keterangan.

"Ciyus.... !! Miapah ... !!!"
Saya hanya menanggapinya dengan banyolan gak jelas untuk mencairkan suasana.

Dengan wajah berapi - api Nabila yang terkenal cerewetpun langsung menghampiri saya seraya menyerahkan buku tabungannya yang berwarna kuning keemasan ke atas buku absen.
"Tau gak sih pak.. si Hasan itu jam 12 malem dicemplungin ke sungai sama ibunya yang gila... terus dipukuli.. !!"
Ekpsresinya yang serius seketika membuat saya tertegun dan mulai tidak menganggap cuapan bocah - bocah ini sebatas lelucon belaka.

Menghilangkan rasa penasaran saya seputar cerita ibu si Hasan yang mendadak gila, tanpa pikir panjang saya langsung mengintrogasi satu demi satu anak didik saya yang mengetahui seluk beluk seputar peristiwa yang menimpa keluarga si Hasan. Dan betapa terkejutnya saya ketika mengetahui bahwa si Hasan ternyata selalu menjadi bahan bulan - bulanan oleh ibunya yang stres.

Orang tua si Hasan bercerai, dan tidak berselang lama kemudian ibu si Hasan mendadak stress seperti hari ini. Ketika penyakitnya sedang kambuh, maka segala sesuatu yang ada didepannya akan dia rusak. TV, Lemari, Meja, Bahkan buku - buku serta tas sekolah si Hasan. *hebusettt...!!*

Kejadian terakhir, kepala Hasan mengalami luka yang lumayan serius karena dilempar gelas oleh ibunya.

"Pak... Saya gak sekolah karena baju dan buku - buku saya gak ada.. dibuang ke sungai sama ibu !!"
Seperti itulah jawaban Hasan ketika siang itu saya menemuinya tengah berada di kebun bersama dengan temannya.

Belum ada tindakan khusus yang diambil oleh keluarga si Hasan terkait penyakit ibunya yang aneh, apalagi tidak ada seorangpun sanak keluarga yang kelihatannya ingin membantu memberikan jalan keluar.
Untuk kesekian kalinya, mungkin si Hasan harus bersabar menunggu penyakit stres ibunya itu reda seperti yang sudah - sudah. Karena pada kenyataannya, ini bukan kali pertama ibu si Hasan bertingkah laku seperti demikian. Setiap ada masalah pelik, maka akan langsung kambuh.

Jadi Siapa yang harus disalahkan apabila kejadiannya seperti ini. Selalu saja anak yang menjadi korban...

Salam stres GeTiga.

Judul: Fakta : Anak Yang Jadi Korban
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Dede Yusuf Iskandar
Posted by: GaraGaraGuru GaraGaraGuru, Updated at: 9:04 PM

6 comments:

  1. Replies
    1. Semoga saja semangatnya untuk belajar tidak mudah surut.. amin !!

      Delete
  2. Astaghfirullloh! Kasihan si Hasan. Mungkin bapak dan pihak sekolah bisa memberikan solusi, terutama untuk kelangsungan hidup dan sekolah si Hasan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insyaallah kami juga turut turun tangan membantu dalam beberapa hal yang tidak bersifat privasi keluarga si Hasan... !! *singsingkan lengan baju* hehehe

      Delete
  3. Replies
    1. Haduh dipanggil OM terus.. hihhhihihiii...

      Ia mba maya...!!

      Delete